Kamis, 01 September 2016

Gluten Free

Mungkin beberapa orang juga pernah berasumsi sama seperti saya mengenai istilah gluten free. Yup, awal mulanya saya mengira makanan bebas gluten adalah makanan bebas (rendah) kalori. Asumsi ini setelah saya membaca postingan Farah Quinn di sosial media yang menceritakan dirinya lebih ramping setelah melakukan diet gluten. Artinya konsep gluten free di kepala saya adalah tidak mengkonsumsi produk gandum juga beras, heeeeee.

Tidak sampai disitu saja, beberapa artikel mengenai resep kue bebas gluten semakin memperkuat keyakinan saya bahwa bebas gluten itu adalah "bebas kalori" (kebetulan pada beberapa resep yang saya baca memang tidak menyertakan tepung terigu dalam komposisinya). 

Asumsi ini kemudian runtuh ketika saya penasaran dengan tekstur kue bolu berbahan tepung beras dan tepung ketan. Yap pada resep yang saya baca ada embel-embel gluten free. "Whaaaat pake tepung beras dan ketan adalah gluten freee", ternyata asumsi saya selama ini salah. Dan supaya tidak terjerumus lebih dalam pada asumsi yang salah, mulailah pencarian di google mengenai apa itu gluten free.

"Gluten merupakan salah satu jenis protein yang biasanya terkandung di dalam gandum hasil persilangan (Triticale), gandum biasa, dan jelai atau barley. Makanan gluten-free sebenarnya ditujukan kepada mereka yang memiliki penyakit celiac atau mereka yang memiliki intoleransi gluten". Sumber : http://www.alodokter.com/menelusuri-makna-gluten-free.
Okey confirmed bahwa ternyata gluten itu berbicara mengenai salah satu jenis protein :).
Lalu bagaimana dengan saya, apakah saya perlu melakukan diet gluten? Untuk ini saya juga mencari tahu tentang apa itu penyakit celiac atau intoleransi gluten (iya dong, dalam hal seperti ini seseorang perlu penjelasan yang pasti, supaya ketika pun melakukan diet ini, mereka melakukannya tidak karena ikut-ikutan semata, tapi karena memang mengetahui manfaatnya).

"Penyakit celiac adalah kondisi di mana pencernaan seseorang mengalami reaksi negatif saat mengkonsumsi gluten. Gluten sendiri adalah protein yang bisa ditemukan pada beberapa jenis sereal seperti gandum, jelai (barley), dan gandum hitam. Beberapa makanan yang mengandung sereal tersebut adalah pasta, keik, sereal sarapan, saus atau kecap tertentu, sebagian besar roti, dan beberapa jenis makanan siap saji.
Celiac bukanlah alergi atau intoleransi tubuh terhadap gluten. Penyakit ini merupakan kondisi autoimun di mana tubuh salah mengenali senyawa yang terkandung di dalam gluten sebagai ancaman bagi tubuh. Maka sistem kekebalan tubuh menyerangnya dan mengenai jaringan tubuh yang sehat.
Jika sistem kekebalan tubuh terus-menerus menyerang jaringan tubuh yang sehat, maka bisa menimbulkan peradangan yang merusak dinding usus. Dan pada akhirnya mengganggu proses penyerapan nutrisi dari makanan". Sumber : http://www.alodokter.com/penyakit-celiac.

Setelah mereview semua sumber di atas mengenai apa itu gluten dan mengapa perlu menghindarinya, kesimpulannya saya bisa tetap mengkonsumsi produk turunan gandum :). Tapi karena potensi gluten terhadap tubuh yang perlu diwaspadai, maka saya memilih untuk mengurangi konsumsinya. Kalo sebelumnya untuk membuat kue bolu pasti pakai tepung terigu, sekarang saya memilih menggunakan tepung beras dan ketan. Selain bisa belajar menggunakan bahan baku lain dalam pembuatan kue khususnya, setidaknya saya belajar untuk tidak terlalu bergantung pada produk impor ini (setahu saya di Indonesia belum ada pertanian gandum).

bolu dengan bahan tepung beras mix ketan ini lembut lho

Oh ya, kalo ada yang mengatakan dengan diet gluten menjadi lebih ramping, menurut saya itu adalah bonus karena tidak mengkonsumsi karbohidrat yang ada pada gandum. Untuk kita orang Indonesia, nampaknya diet gluten untuk merampingkan tubuh sepertinya bukan kunci jawaban jika kita masih mengkonsumsi beras (bandingkan karbohidrat yang dihasilkan beras dan terigu pada berat yang sama) kecuali membatasi konsumsi keduanya. 

Ayo bereksplorasi :)

Rabu, 24 Agustus 2016

Belajar Memasak & Membuat Kue

Sejak menikah dan pindah rumah (sebelumnya saya tinggal di kos), secara alami keinginan untuk belajar memasak dan bikin kue timbul dengan sendirinya :) cieeeeee.
Menggoreng ikan, menumis sayur, membuat nasi goreng, bakwan atau sambal, mungkin bukan jenis masakan yang rumit. Tapi terus terang, menurut saya semakin kesini rasanya lebih baik daripada sebelumnya. Setidaknya kalo dulu suka kesal dengan hasil masakan sendiri, sekarang sudah mulai suka dan suka.

Nah, karena keingintahuan tentang dunia memasak inilah saya mulai men"download" aplikasi resep, menonton youtube tentang tutorial memasak dan sharing sama teman tentang tips memasak. Yaa, saat ini kebanyakan apa yang saya masak pasti hasil melihat resep di cookpad (aplikasi resep masakan).

Oh ya, karena saya dan suami juga masih baru pindah rumah, maka peralatan memasak pun pastinya masih terbatas, yang ada hanya peralatan dasar buat menggoreng, merebus dan mengukus. Jadi masakannya cuma terbatas sesuai peralatan yang ada. 

Ternyata rasa penasaran itu makin tumbuh subur, hehehe, dimulai dengan membuat kue onde-onde (saya penyuka makanan manis), saya pun mencicil membeli parutan kelapa. Lalu dilanjutkan dengan eksperimen membuat bolu kukus. Nah untuk bolu kukus ini, saya survey alatnya (baca : food processor) cukup lama :) Karena saya adalah seorang pemula, maka target saya yang pertama adalah alat itu harus ringan di budget :p dan manual alias gak pake listrik.

ini yang saya beli 

Namanya swift chopper, beli di online shop dan harganya tidak sampai 80 ribu rupiah :p. Aplikasinya gampang dan hasilnya saya sudah membuat beberapa bolu kukus. 

bolu kukus (tepung beras mix tepung ketan)

Dengan semua pengalaman ini, saya pun menyadari apa yang namanya naluri perempuan dan istri (kalo ngomong naluri ibu setelah punya anak) :). Yang intinya seorang wanita/ istri bisa secara alami tertarik untuk mempelajari hal-hal untuk melayani keluarganya lebih baik.... ceileee hehehehe.
Saya yang tadinya beranggapan bahwa mungkin selamanya saya tidak bisa memasak dengan baik, sekarang sudah mulai lebih percaya diri. Yup, harus jadi lebih baik dong ya.

^_^




Kamis, 18 Agustus 2016

Jus Seledri

Sebenarnya sejak divonis kena asam urat tahun 2014 lalu, saya sudah tau mengenai manfaat daun seledri ini. Tapi mungkin begitulah saya, hanya tau tapi belum sempat benar-benar diaplikasikan pemanfaatannya. Paling banter konsumsinya hanya ketika memasak sup atau ketika mengkonsumsi sup di kantor, pasti saya minta dibanyakin porsi daun seledrinya.

Cerita ini bermula ketika ada teman kantor yang cerita mengenai efek langsung yang dia rasakan ketika mengkonsumsi jus seledri. Katanya sih informasi ini dia dapatkan dari teman-teman di grupnya. Jus yang waktu itu dikonsumsi pun hanya seledri saja tanpa tambahan bahan lain yang pasti rasanya ga enak, hiiii. Nah kemudian saya nanya dong efeknya apa, katanya sih badan terasa lebih enak ketika bangun pagi (konsumsi jusnya pada malam hari), lebih fit dan segar.

Penasaran dengan apa yang diceritakan, saya pun berniat melakukan hal yang sama. Nah, pas libur 17-an kemarin saya membeli sedikit daun seledri (note: karena daun seledri ini cepat layu, dan harga minimum belanja sayur di warung adalah 2000 rupiah, maka saya selalu meminta penjual untuk mencampur daun seledri dengan daun bawang, biar gak mubazir :D).

Eksekusi ramuan pun saya lakukan di malam hari, karena niatnya diminum sebelum tidur. Dan karena takut gak tahan dengan aroma dominan dari seledri, saya pun browsing resep campuran yang ada di internet :), daaan dapatlah resep ini :

Campuran jus seledri :
- daun seledri beserta tangkainya, saya pakai 4 tangkai
- tomat, saya pakai 1 buah
- wortel, saya pakai setengah buah
- perasan lemon, saya pakai setengah buah
- madu, saya pakai 2sdm

mix seledri

Rasanya segar dan enak :), bagaimana dengan rasa seledrinya? Tetap ada, tapi karena ada tomat dan wortel di dalamnya rasanya jadi lebih seimbang. Pokoknya enak dan saya mau coba lagi :D.
Lalu gimana dengan efek langsungnya, yang pasti saya juga agak takjub dengan cara kerja ramuan ini, saya yang biasanya rada pegel dan sakit ketika menapak kaki dan tempat tidur, jadi berasa lebih ringan, rasa sakit waktu menapak langsung berkurang dan badan lebih bugar.

Oh ya, dari artikel yang saya baca (http://www.jussehat.com/2014/03/cara-membuat-jus-sayur-seledri.html), konsumsi daun seledri juga harus dibatasi karena kandungan sodium atau natrium di dalamnya tergolong tinggi yaitu 35 mg pada tiap tangkainya. Untuk sebagian orang, kelebihan asupan natrium justru beresiko meningkatkan tekanan darah.

Yuuuk dicoba, untuk hidup lebih sehat :)

Kamis, 28 Juli 2016

Mandiri Fiesta Poin vs Telkomsel Poin

Sebenarnya membandingkan ke 2 program ini adalah tidak fair :) Kenapa? karena parameter pengumpulan poinnya saja berbeda.

Sebelumnya kita bahas dulu mengenai parameter pengumpulan poin untuk program mandiri fiesta poin yang mungkin umum kita lakukan : 
- Reward untuk kelipatan senilai saldo tertentu setiap bulannya adalah 1 fp (saat ini setiap kelipatan 4 jt rupiah)
- Transaksi via ATM adalah 2 fp
- Transaksi via sms & internet adalah 10 fp
- Masa berlaku fp adalah 2 tahun, setelah lewat tahun ke 2 maka fp akan hangus sesuai poin tersisa pada masa perolehannya
Sumber : https://www.mandirifiestapoin.co.id/Content/CaraDapatFiestaPoin 

Dan berikut ini adalah parameter pengumpulan poin untuk program telkomsel poin :
- Pengguna kartu Halo mendapatkan 1 poin setiap pemakaian kelipatan 5k rupiah 
- Pengguna kartu pra bayar mendapatkan 1 poin setiap pemakaian 5k rupiah
- Masa berlaku poin adalah 1 tahun, setelah lewat tahun pertama, poin akan hangus sesuai poin tersisa sesuai masa perolehannya

Kesimpulannya, dengan transaksi normal pada mandiri fiesta poin, maka benefitnya kemungkinan tidak sebesar pada program telkomsel poin :)

Hal ini tentu saja saya alami sendiri, jadi ceritanya tahun lalu ketika bertemu CS bank, saya diinformasikan mengenai program mandiri fiesta poin. Alhasil, setelah mengetahui caranya, tidak lama kemudian saya sudah mengaktifkan akun mandiri fiesta poin saya. Dengan berpikir bahwa saya cukup rajin bertransaksi via sms banking, saya bermimpi dapat hadiah yang lumayan. Saya juga mensosialisasikan program mandiri fiesta poin ini kepada rekan-rekan 1 lantai di kantor.
Hasilnya??? Mandiri fiesta poin saya cuma bisa dipakai untuk mendapatkan voucher Carrefour :D

Nah, hal berbeda dengan telkomsel poin, waktu pacaran beberapa waktu lalu dengan suami, kami iseng aja ngecek telkomsel poin masing-masing. Hasilnya, biaya pacaran kami dibantu sama si telkomsel poin :D Dari yang makan di Solaria, beli bubble tea di Chat Time, hehehehe.

So... bagaimana dengan mandiri fiesta poin? Ya tetap aja jalan seperti biasa dan ga terlalu mengharap juga. Intinya sih, yang namanya bonus itu karna kompensasi dari masing-masing perusahaan, tinggal kita saja yang mengelolanya :)

Senin, 13 Juni 2016

Pekerja di Ibukota

Kebanyakan orang-orang yang saya kenal yang tinggal dan bekerja di luar Jakarta menganggap bahwa kerja di Jakarta itu "enak". Mulai dari pendapatan, fasilitas umum dan keterjangkauan ke daerah sekitar dalam pulau jawa yang lebih mudah (mungkin karena inilah jumlah pendatang ke Jakarta tiap tahunnya meningkat). Untuk hal-hal yang berhubungan dengan fasilitas umum dan keterjangkauan itu saya setuju, tapi untuk urusan pendapatan harus dilihat dahulu di sektor apa dan posisi apa seseorang itu bekerja.

Kembali ke pandangan beberapa orang tadi, kenapa bisa dibilang begitu, mungkin karena mereka melihat saya bisa pulang kampung setiap tahun dengan harga tiket yang tidak murah, mungkin juga dengan image ibukota yang terdengar "mewah" di telinga mereka. Hmmm.....

Sebenarnya tulisan ini untuk mewakili jerit hati saja, dengan pandangan seperti yang saya sampaikan sebelumnya, seakan-akan orang menganggap bahwa mendapatkan "uang" di Jakarta itu gampang :(
Okay, anggap saja seseorang itu bekerja di sektor dan posisi yang membuat dia menerima pendapatan yang lebih, sehingga kelihatan mapan. Tapi yang perlu digaris bawahi adalah seseorang itu tidak mendapatkan semua itu dengan gampang. Kenapa?? Apakah orang-orang di luar sana tau, bagaimana perjuangan seseorang untuk berangkat dan pulang kantor? Jam berapa dia harus berangkat ke kantor dan sampai jam berapa dia bisa ada di rumah? Apa yang dia hadapi dalam pekerjaannya?
Hei, ada pepatah yang mengatakan bahwa usaha keras tidak mengkhianati hasil. Jadi kesimpulannya jika ada orang sukses di ibukota negeri ini, pasti dia lebih berusaha dalam mendapatkannya.

Kemudian apa hubungannya dengan orang-orang di luar sana tadi? Simple, dengan berpikir bahwa seseorang itu punya cukup uang, terkadang beberapa orang di luar sana tidak perduli dengan keadaan kita. Ketika meminjam duit dan tidak bisa dikasih, mereka langsung marah. Ketika membuat daftar keinginan seakan semuanya gampang, toh ada ini yang bayarin :(.
Hiks, bukan berarti mo pelit atau gimana, pertanyaan hati yang sering keluar kalo ketemu orang seperti ini adalah apakah dia tidak tau betapa pedihnya mencari sesuap nasi untuk kehidupan di negeri ini, sehingga kadang menggampangkan sesuatu.

Hikmah dibalik cerita adalah dengan melihat bagaimana kerasnya orang berusaha di kota ini, memicu saya untuk tidak bersantai ria dalam kehidupan, karena semut saja bekerja keras untuk hidup.
Tidak ada hidup yang gampang hanya dengan bermimpi di atas tempat tidur, jika menginginkan sesuatu yang lebih maka seseorang harus bekerja lebih.
Dan kepada kalian yang melihat wah nya kehidupan saudara/ teman yang tinggal dan bekerja di Jakarta, tolonglah untuk lebih mengerti bagaimana kerasnya mereka berusaha.

#justlovenohate



Rabu, 01 Juni 2016

AsNTM S4

Akhirnya.... setelah menerka-nerka dan menunggu, pemenangnya adalah Tawan dari Thailand.
Okay, sebelum berbicara mengenai episode terakhir pada rabu malam kemarin, sebenarnya saya sebelumnya menjagokan Sang In dari Korea Selatan. Yup, menurutku dia punya karakter petarung dan tangguh, cieeeee. 

Cerita mengenai Sang In dimulai pada episode dimana dia tiba-tiba harus dirawat di rumah sakit pada saat pengambilan foto. Awalnya sih tidak terlalu memperhitungkan cewek yang satu ini, karena menurutku Aldilla adalah sosok penerus Gani sang pemenang. Dan ternyata, Sang In membuat kejutan, setelah memaksa untuk ke lokasi pemotretan dengan kondisi lemah, akhirnya dia bisa menghasilkan gambar yang bagus dan menjadi pemenang di tantangan tersebut. Ooh Sang In, kamu itu udah lebih dari pemenang pada saat itu.

foto terbaik pada saat episode sakit (sumber : wikimedia)

Cerita mengenai Sang In tidak berhenti saat balada sakitnya itu, yang paling menegangkan justru ketika pengambilan gambar untuk brand Subaru, yang parahnya adalah sang customer alias bos Subaru gak suka dengan mimik muka Sang In pada saat pengarahan untuk pengambilan gambar. Yeah, menurut saya pribadi, sepertinya Sang In tidak bermaksud untuk meremehkan pengarahan yang diberikan, tapi dia merasa pengambilan gambar itu sangat ekstrim (ya iya dong, harus melakukan pengambilan gambar di tengah mobil yang sedang atraksi, siapa sih yang gak tarik napas panjang) sehingga akhirnya mimik mukanya ternyata membuat bos Subaru sangat marah. Daan, setelah drama teriaknya bos Subaru, permintaan maaf ala Korea, menurut saya foto Sang In dalam tantangan itu seharusnya tidak berada di dua terbawah :(. Okay, setelah beberapa episode itu tentunya saya semakin menjagokan Sang In sebagai pemenang (tolong dicatat kalo Sang In punya 4 foto terbaik).

Kembali kepada sang pemenang season 4 ini, menurut saya Tawan sebenarnya seorang model yang punya bakat. Dia cantik, punya postur tubuh yang mendukung dan attitude nya juga baik (Sang In juga, hehehe). Cuma memang yang membuat dia tidak menonjol adalah ketidakpedeannya dia, hmmmm.
Kenapa? tenyata pada 2 episode terakhir, saya baru ngeh kalo jeng Tawan ini gak terlalu fasih berbahasa inggris (pantasan aja sering ada subtittle inggris ketika dia bicara), belum lagi mungkin dari latar belakang keluarga (kalo yang ini hasil analisa saya sendiri), yang mana dia bukan dari keluarga berada. Tapi yang menarik adalah ternyata dia juga berjuang. Jadi sebenarnya diam-diam jeng Tawan ini menarik perhatian saya, tapi karena dia mungkin belum setangguh dan sepetarung Sang In, Tawan tidak masuk hitungan saya.


Daaan, pada akhirnya, yang diam-diam menarik perhatian saya itu akhirnya bisa membuktikannya lewat 2 episode terakhir. Tawan menghasilkan gambar terbaik dan juga sebagai model terbaik dalam fashion show dengan tema Avant Garde. Yes, Tawan memang layak menjadi pemenangnya. Dia hanya perlu waktu dan mentor yang baik untuk mengasah bakatnya :).
Sooo, Sang In di hatiku kamu juga adalah pemenang (ternyata dia juga mendapat kontrak dengan Storm Model Management London :))
Good luck to both of u gorgeus girl ...:) :)

Buat Indonesia, Patricia dan Aldilla, kalian berdua membuat saya bangga (angkat tangan kanan dikepal dan teriak merdeka!!!)


Rabu, 30 Maret 2016

Poffertjes

Poffertjes :p
Saya sih termasuk awam dengan kue ini, baru kenal karena beberapa waktu lalu sempat nyicip di resepsi nikahan teman. Waktu nyoba pertama kali sempat "surprise" gimana gitu, rasanya enak, lembut dan manis, juga rasanya pengen nambah mulu (oops, berhubung acara resepsi jadi agak nahan dikit keinginan nambahnya).

Hasil gambar untuk poffertjes ice cream
poffertjes dengan ice cream (gbr dari google)

Kebetulan waktu pertama kali nyicip kue ini ditemanin dengan ice cream, jadi kesannya nempel banget (hahahaha, maafkan saya yang udik). Terus terang karena rasanya yang enak, saya pikir bahwa proses pembuatan dan bahan-bahannya pasti rumit dan mahal. Akhirnya saya melupakan bagaimana cara membuatnya dan memilih menikmati saja.

Well, kenapa sekarang menulis tentang poffertjes? Ceritanya adalah beberapa hari lalu, karena biasanya sampai di kost belum ada anak kost lainnya, saya pun main ke tempat ibu kost dan kebetulan sepupu ibu kost sedang belajar bikin resep baru, katanya bikin poffertjes, waktu dengar kata itu saya langsung "excited" dong nanyain resep dan mengikuti proses pembuatannya. Karena di dapur waktu itu cukup banyak yang juga penasaran seperti saya, saya memilih ke ruang nonton dan melihat prosesnya lewat youtube, hihihihi. Ternyata gampang dan murah meriah lho bahan-bahannya pemirsaah.

Berikut ini saya share bahan yang saya dapat dari google yang juga sama dengan bahan yang dimasak waktu itu : 
  • tepung terigu 250 gram
  • baking powder 1 sendok teh
  • kuning telur ayam 1 butir
  • susu cair 350 ml
  • mentega tawar 50 gr, lelehkan
  • garam 1/2 sendok teh

Cara membuatnya :
  1. Campir baking powder. tepung terigu, kuning telur dan gula pasir. Aduk sampai rata
  2. Tuangkan mentega leleh dan susu pada adonan. Aduk sampai rata dan kemudian masukan garam. Aduk kembali adonan dan tunggu selama 30 menit.
  3. Siapkan wajan poffertjes, olesi dengan mentega lalu panaskan dengan api sedang selama 15 menit.
  4. Tuangkan adonan poffertjes pada setiap lubang pada wajan dengan volume setengahnya saja. Diamkan kira-kira selama 3 menit sampai matang.
  5. Menggunakan tusuk, balik adonan agar bagian atas bisa matang. Tunggu sampai mengembang sempurna yang berbentuk bulat. Taburkan gula bubuk diatasnya.
  6. Poffertjes siap disajikan dengan saus strowberry, saus coklat dan es krim.

Ternyata tidak selalu apa yang enak itu pasti mahal dan rumit, asal mau belajar pasti ada jalan.
Setidaknya sebagai seorang istri saya dapat bekal baru untuk bikin cemilan enak buat suami tanpa harus jajan keluar. Sudah tidak sabar ingin mencoba resep ini sendiri :))

Selasa, 01 Maret 2016

Masih Tentang Petroleum Jelly

Setelah membahas mengenai beberapa review produk petroleum jelly beberapa waktu lalu, sekarang mari kita bahas produk yang sudah berada di tangan saya ini :)
Tampak Depan

Sampai saat ini penggunaannya baru seputaran kulit kecuali wajah, mulai dari siku dan tumit. Sesekali kalo ada bagian kulit yang gatal saya aplikasikan juga produk ini. Daaan tadaaa sampai hari ini cukup puas.
Sebenarnya masih ada ganjalan sih, saya beli produk ini via on line shop. Karena tidak punya pengetahuan mengenai produk yang asli, saya belum berani mengaplikasikan ke wajah.
Begini penampakan kemasan dan isi nya :

Tampak Belakang (itu kertasnya bisa dibuka lipatannya)

Petroleum Jelly

Sebenarnya sih secara deskripsi yang disampaikan beberapa artikel di internet, sepertinya tidak ada masalah dengan produknya sendiri.
Cuma saya agak bermasalah dengan "packaging"nya, iya waktu pertama kali membuka kemasan yang saya pikir mungkin bagian atasnya akan ditutup dengan semacam kertas alumunium gitu untuk pelindung isi dan penanda keaslian produk, ternyata tidak, tutupnya dibuka dan langsung ketemu isinya seperti di gambar.

Kenapa tidak membeli di guardian, watson atau sejenisnya? Sebelumnya saya memang sempat mencari produk ini di Hypermart dan Guardian, dan karena tidak ketemu akhirnya nanya sama teman kantor. Katanya sih produk ini memang sudah gak dijual resmi di Indonesia.
Karena penasaran, akhirnya bertanyalah saya kepada om Google, dan memang sudah tidak dijual secara resmi entah apa penyebab resminya.

Kesimpulannya, walaupun masih agak ragu, tapi secara fungsi sebenarnya saya cukup puas dengan produk yang satu ini.


Kamis, 18 Februari 2016

Petroleum Jelly nya Vaseline

Hello ... selamat pagi :)
Pagi ini memang sengaja menyempatkan waktu untuk membaca berita, ga sengaja ketemu dengan artikel bagus ini http://www.rakuten.co.id/event/press/update/2015/02/27/ dengan judul "10 fungsi tersembunyi vaseline petroleum jelly", hihihi iya baru tau nih ceritanya, padahal produk ini sering banget dilewatin begitu saja pas lagi belanja.
Karena penasaran dengan historical produk ini, saya pun mendapatkan informasinya dari sini http://www.vaseline.co.id/article/vaselinestory.html.
Yaa, saya memang sedang mencari produk perawatan yang tidak mempunyai efek samping (produsen produk meng-klaim bahwa produk ini bebas efek samping).
Saat ini sedang menggunakan minyak cendana keluaran mustika ratu, biasanya saya menggunakan minyak zaitun namun karena waktu belanja produknya habis saya mencoba produk nya dari cendana.
Kembali ke petroleum jelly, sepertinya saya harus mencoba produk ini.
Hihihi, next time saya akan bahas efek produk ini pada saya sendiri (secara banyak sekali boook yang harus dirapiin di tubuh ini) :p


Jumat, 15 Januari 2016

#SayangUangnya

Yaaa, kalo judulnya seperti ini pikiran paling pendek yang sering lewat adalah "pelit"
Okay, sebelum berbicara mengenai pelit coba kita definisikan dulu dengan beberapa contoh pengalaman hidup :
- Kamu punya cukup uang yang sudah kamu poskan untuk beberapa kebutuhan hidup dalam sebulan plus untuk tabungan kamu, suatu waktu di tempat kerja kamu ada kemalangan yang menimpa rekan kerja. Kamu memang memberi, tapi kamu sebenarnya tahu kamu bisa memberi lebih dari kamu beri saat itu, tapi hal itu tidak kamu lakukan karena kamu enggan untuk memberi. Kira-kira apa definisi untuk kejadian ini?

- Kamu punya kelebihan dalam hal keuangan, jika sehari-hari hal-hal dalam hidupmu kamu lewati dengan biaya yang cukup mahal, kemudian kamu berpikir bahwa sebenarnya kamu bisa melewatinya dengan cara yang lebih "ramah" dan "cerdas", sepertinya kamu sedang belajar hemat.

So far, sejauh yang saya alami, belajar hemat bukan saja untuk menyiapkan uang di masa mendatang (apalagi untuk hal yang tak terduga)  namun juga lebih kepada pembelajaran, bahwa uang yang didapatkan itu tidak gampang (capek lho nyari duit) sehingga kita tidak sewenang-wenang juga menghabiskannya.
Hidup itu tidak cuma hari ini, masih ada hari esok.
Hidup itu tidak cuma kita, masih ada orang lain yang mungkin tidak bisa menikmati "hal sederhana" yang sering kita nikmati, sehingga belajar hemat juga bisa jadi sarana belajar untuk berempati terhadap lingkungan.

Yuuuk, mulai belajar dari sekarang
Kebetulan hari ini ketemu #SayangUangnya (silahkan dibaca-baca, banyak tips seru di sini)

Happy Weekend

Jumat, 08 Januari 2016

Belajar "ngeblog"

Setelah cukup lama menggunakan fb sebagai media untuk menulis apa saja di dunia maya ini, sekarang saya sedang mencoba media lain yang menurut saya mungkin lebih cocok (terinspirasi dari beberapa blog yang saya baca, "ngeblog" itu bisa lebih panjang ceritanya kayak menulis di ms. word :D).

Perkenalan pertama sampai saat menulis postingan ini, saya masih cukup bingung dengan tools yang ada di media ini. Mulai dari membuat beranda, mengerti mengenai tools yang ada, hufft.....

Jika ada yang membaca blog ini please let me know, how to use this product :)

Semoga ke depan tulisan atau "postingan" di blog ini dapat membantu saya atau orang lain yang membaca.
God bless us