Rabu, 24 Agustus 2016

Belajar Memasak & Membuat Kue

Sejak menikah dan pindah rumah (sebelumnya saya tinggal di kos), secara alami keinginan untuk belajar memasak dan bikin kue timbul dengan sendirinya :) cieeeeee.
Menggoreng ikan, menumis sayur, membuat nasi goreng, bakwan atau sambal, mungkin bukan jenis masakan yang rumit. Tapi terus terang, menurut saya semakin kesini rasanya lebih baik daripada sebelumnya. Setidaknya kalo dulu suka kesal dengan hasil masakan sendiri, sekarang sudah mulai suka dan suka.

Nah, karena keingintahuan tentang dunia memasak inilah saya mulai men"download" aplikasi resep, menonton youtube tentang tutorial memasak dan sharing sama teman tentang tips memasak. Yaa, saat ini kebanyakan apa yang saya masak pasti hasil melihat resep di cookpad (aplikasi resep masakan).

Oh ya, karena saya dan suami juga masih baru pindah rumah, maka peralatan memasak pun pastinya masih terbatas, yang ada hanya peralatan dasar buat menggoreng, merebus dan mengukus. Jadi masakannya cuma terbatas sesuai peralatan yang ada. 

Ternyata rasa penasaran itu makin tumbuh subur, hehehe, dimulai dengan membuat kue onde-onde (saya penyuka makanan manis), saya pun mencicil membeli parutan kelapa. Lalu dilanjutkan dengan eksperimen membuat bolu kukus. Nah untuk bolu kukus ini, saya survey alatnya (baca : food processor) cukup lama :) Karena saya adalah seorang pemula, maka target saya yang pertama adalah alat itu harus ringan di budget :p dan manual alias gak pake listrik.

ini yang saya beli 

Namanya swift chopper, beli di online shop dan harganya tidak sampai 80 ribu rupiah :p. Aplikasinya gampang dan hasilnya saya sudah membuat beberapa bolu kukus. 

bolu kukus (tepung beras mix tepung ketan)

Dengan semua pengalaman ini, saya pun menyadari apa yang namanya naluri perempuan dan istri (kalo ngomong naluri ibu setelah punya anak) :). Yang intinya seorang wanita/ istri bisa secara alami tertarik untuk mempelajari hal-hal untuk melayani keluarganya lebih baik.... ceileee hehehehe.
Saya yang tadinya beranggapan bahwa mungkin selamanya saya tidak bisa memasak dengan baik, sekarang sudah mulai lebih percaya diri. Yup, harus jadi lebih baik dong ya.

^_^




Kamis, 18 Agustus 2016

Jus Seledri

Sebenarnya sejak divonis kena asam urat tahun 2014 lalu, saya sudah tau mengenai manfaat daun seledri ini. Tapi mungkin begitulah saya, hanya tau tapi belum sempat benar-benar diaplikasikan pemanfaatannya. Paling banter konsumsinya hanya ketika memasak sup atau ketika mengkonsumsi sup di kantor, pasti saya minta dibanyakin porsi daun seledrinya.

Cerita ini bermula ketika ada teman kantor yang cerita mengenai efek langsung yang dia rasakan ketika mengkonsumsi jus seledri. Katanya sih informasi ini dia dapatkan dari teman-teman di grupnya. Jus yang waktu itu dikonsumsi pun hanya seledri saja tanpa tambahan bahan lain yang pasti rasanya ga enak, hiiii. Nah kemudian saya nanya dong efeknya apa, katanya sih badan terasa lebih enak ketika bangun pagi (konsumsi jusnya pada malam hari), lebih fit dan segar.

Penasaran dengan apa yang diceritakan, saya pun berniat melakukan hal yang sama. Nah, pas libur 17-an kemarin saya membeli sedikit daun seledri (note: karena daun seledri ini cepat layu, dan harga minimum belanja sayur di warung adalah 2000 rupiah, maka saya selalu meminta penjual untuk mencampur daun seledri dengan daun bawang, biar gak mubazir :D).

Eksekusi ramuan pun saya lakukan di malam hari, karena niatnya diminum sebelum tidur. Dan karena takut gak tahan dengan aroma dominan dari seledri, saya pun browsing resep campuran yang ada di internet :), daaan dapatlah resep ini :

Campuran jus seledri :
- daun seledri beserta tangkainya, saya pakai 4 tangkai
- tomat, saya pakai 1 buah
- wortel, saya pakai setengah buah
- perasan lemon, saya pakai setengah buah
- madu, saya pakai 2sdm

mix seledri

Rasanya segar dan enak :), bagaimana dengan rasa seledrinya? Tetap ada, tapi karena ada tomat dan wortel di dalamnya rasanya jadi lebih seimbang. Pokoknya enak dan saya mau coba lagi :D.
Lalu gimana dengan efek langsungnya, yang pasti saya juga agak takjub dengan cara kerja ramuan ini, saya yang biasanya rada pegel dan sakit ketika menapak kaki dan tempat tidur, jadi berasa lebih ringan, rasa sakit waktu menapak langsung berkurang dan badan lebih bugar.

Oh ya, dari artikel yang saya baca (http://www.jussehat.com/2014/03/cara-membuat-jus-sayur-seledri.html), konsumsi daun seledri juga harus dibatasi karena kandungan sodium atau natrium di dalamnya tergolong tinggi yaitu 35 mg pada tiap tangkainya. Untuk sebagian orang, kelebihan asupan natrium justru beresiko meningkatkan tekanan darah.

Yuuuk dicoba, untuk hidup lebih sehat :)