Hari sabtu kemarin, setelah perjalanan panjang dari rumah saudara di kebun jeruk, saya mampir ke warung sayur langganan baru untuk belanja lauk buat persediaan selama seminggu kedepan. Karena waktu saya belanja sudah siang (jam 9 pagi), alhasil hampir semua lauk sudah terjual, yang tersisa hanyalah ikan kembung dan udang segar. Langsung saja ikan dan udang itu saya borong :).
Karena waktu tidur malam saya sebelumnya kurang, maka begitu sampai di rumah, saya hanya membersihkan ikan dan udang tadi untuk dimasukan ke dalam kulkas sembari merendam pakaian kotor untuk dicuci. Dilanjutkan dengan membeli 2 galon air di warung tetangga. Begitu selesai lantas saya berleha-leha di atas kasur sambil menghidupkan TV dan bermain HP, hahaha untuk kegiatan yang 1 ini memang saya juga merasa tidak efektif, karena yang pasti TV itu tidak saya tonton dan hanya menambah beban listrik (ini bukan kampanye, jadi jangan dicontoh).
Akhir pekan memang selalu menjadi idola, selain waktu bangun pagi yang tidak diburu-buru, juga adanya waktu untuk tidur siang yang lumayan lama. Ah, siapa yang tidak suka libur akhir pekan? Saking asyiknya saya baru terbangun ketika ada dering telepon dari suami saya. Karena waktu itu sudah lewat jam makan siang dan perut saya yang juga belum merasa lapar, saya tetap mendekam di atas kasur sambil bermalasan. Tapi tidak lama kemudian saya mendengar suara penjual tahu yang lewat di depan rumah, untuk yang 1 ini saya harus berlari ke luar rumah.
Tahu lembut dan wangi
Saya aslinya penggemar berat tahu bapak yang biasanya lewat sore-sore di depan rumah, tapi sayang sekali berhubung waktu yang tidak pas jarang sekali saya bisa menikmati tahu bapak tersebut, makanya senang banget waktu dengar suara bapak penjualnya lewat di depan rumah. Tahunya lembut, tidak membal, wangi dan manis khas kedelai, karena itu saya langsung borong sebanyak 1 kotak makan ^_^. Oh ya, karena tahu ini begitu lembut, maka untuk penanganannya pun perlu hati-hati, kalau tidak mau tahu ini jadi hancur lebur.
Berhubung saya punya stok udang di kulkas, maka teringatlah saya mengenai masakan udang saos campur tahu dadu goreng, untuk itu saya lantas menyiapkan bumbu setahu saya, sangat menyenangkan.
Tadaaa, ini hasilnya
Untuk bisa memasak dengan baik itu memang perlu praktek yang terus menerus, karena saya baru dalam hal ini, udang saos campur tahu saya menjadi kurang pas menurut tingkat kepuasan saya :). Urutan memasukan bahan makanan yang salah memang bisa mempengaruhi tekstur dan rasa makanan, ah jadi ingat iklan mie instan tentang urutan menghidangkan mie itu. Yup, tadinya saya berpikir bahwa sepanjang semua bahan yang diperlukan ada, maka jika terbalik 1 urutan proses, maka tidak akan mempengaruhi rasa masakan, ternyata saya salah, belajar lagi ^_^.
Well, walaupun masih harus belajar lagi tapi saya cukup puas dengan hasil masakan pada siang itu. Ditemani dengan capcay ala Mega, maka setengah piring sayur dan udang tahu habis untuk saya sendiri siang itu :).
Okay, prinsip saya, hidup itu tidak boleh pasrah, dan salah satu perwujudannya adalah lewat makanan. Walaupun bahan baku yang ada di kulkas terbatas dan sederhana, bukan berarti dapat dimasak asal-asalan saja. Buat saya, meskipun baru belajar memasak, saya pun harus berjuang untuk menghidangkan masakan yang baik buat diri sendiri. Bahkan jika itu pun hanya mie instan, maka ketika memasaknya tidak bisa sesederhana mendidihkan air dan memasukan mie serta bumbunya, mie instan juga punya hak untuk dimasak lebih baik ^_^, kalau ada sayur ya dicampur, kalau ada telur ya ditambahkan, seperti itu.
Katanya perjuangan hidup itu dilatih dari hal-hal kecil, karena itu jika manusia gampang sekali menyerah dan hanya bisa pasrah tanpa mencoba hal terbaiknya, maka bagaimana dia menjalani kehidupannya yang lain.
Semangat, belajar masak lagi, yess!




