Cerita mengenai kepala dan bukan ekor sebelumnya adalah sesuatu yang semakin sering mendengung di kepala saya akhir-akhir ini. Well, saya memang sempat down beberapa waktu terakhir, keputusan untuk bertahan di tempat saya sekarang dengan segala kondisinya, membuat saya lebih sering menjadi "pecundang". Hiks, keras ya sampai segitunya mengatakan kepada diri sendiri. Kenapa? Karena saya merasa menjadi penonton itu bukan saya banget :). Berdiam diri melihat orang lain sibuk, tidak diberi tanggungjawab dan dibiarkan begitu saja membuat saya depresi dengan keadaan yang ada. Dalam hati sering sekali saya menangis dan berkata dengan lirih, kenapa saya harus berada di posisi ini? :(
Membaca blog orang lain, melihat-lihat resep dan mempraktekannya yang menjadi pengisi kekosongan. Oh ya, saya juga belajar make up dengan melihat tutorial di Youtube. Tapi ternyata masalah gak selesai sampai di situ. Sebagai orang yang punya tanggung jawab moral, saya berusaha untuk "menjemput bola". Hmmm, tidak gampang, karena mungkin atmosfer yang tercipta secara umum membuat orang lain cenderung "diam".
Tamparan hidup kemudian datang lagi ketika, adik ipar saya menjadi the best AM di perusahaan tempat dia bekerja. Perjalanan karir yang kelihatan grafik pertumbuhannya dan mendapat pengakuan dari organisasi tempat dia bernaung, merupakan cambuk yang mengingatkan saya lagi dan lagi tentang menjadi pemenang. Yup, saya tidak boleh tetap diam, saya harus mencari kesibukan produktif yang lain. Karena kisah hidup yang menarik tidak datang dari mereka yang duduk diam menonton.
Beberapa hari belakangan ini saya mengikuti beberapa channel Youtube orang-orang yang menurut saya inspiratif. Hmmm, ada keinginan juga untuk seperti mereka, yang pasti bukan copy paste kehidupan mereka, tapi apa yang mereka isi dalam kehidupan mereka. Terlihat sekali mereka begitu menikmati keseharian hidup mereka, dan pastinya cerita menarik mereka dimulai dari kehidupan yang bergerak dan maju.
Mungkin seharusnya begitulah kehidupan, saya melihat juga beberapa rekan di kantor, yang mengisi waktu mereka dengan kesibukan produktif yang lain, sehingga tidak ada kebosanan dalam menunggu waktu. Dan kesimpulan dari sudut pandang saya dalam hal ini adalah untuk tidak menyerah karena kondisi atau lingkungan. Jika lingkungan tidak memungkinkan untuk bertumbuh, carilah lingkungan baru yang dapat membantu (tentunya jika belum waktunya pindah kantor, carilah kesibukan produktif lain, hehehehe hidup tetap harus realistis).
Sepenggal kata-kata untuk menyemangati diri sendiri
Untuk tidak larut dalam kebosanan
Untuk tidak menjadi tumpul karena tidak diasah
Maka untuk menghidupkan api yang membakar dan asah yang menajamkan hidup ini
Tulisan ini adalah bagian dari prosesnya
Beberapa hari belakangan ini saya mengikuti beberapa channel Youtube orang-orang yang menurut saya inspiratif. Hmmm, ada keinginan juga untuk seperti mereka, yang pasti bukan copy paste kehidupan mereka, tapi apa yang mereka isi dalam kehidupan mereka. Terlihat sekali mereka begitu menikmati keseharian hidup mereka, dan pastinya cerita menarik mereka dimulai dari kehidupan yang bergerak dan maju.
Mungkin seharusnya begitulah kehidupan, saya melihat juga beberapa rekan di kantor, yang mengisi waktu mereka dengan kesibukan produktif yang lain, sehingga tidak ada kebosanan dalam menunggu waktu. Dan kesimpulan dari sudut pandang saya dalam hal ini adalah untuk tidak menyerah karena kondisi atau lingkungan. Jika lingkungan tidak memungkinkan untuk bertumbuh, carilah lingkungan baru yang dapat membantu (tentunya jika belum waktunya pindah kantor, carilah kesibukan produktif lain, hehehehe hidup tetap harus realistis).
Sepenggal kata-kata untuk menyemangati diri sendiri
Untuk tidak larut dalam kebosanan
Untuk tidak menjadi tumpul karena tidak diasah
Maka untuk menghidupkan api yang membakar dan asah yang menajamkan hidup ini
Tulisan ini adalah bagian dari prosesnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar