Selasa, 31 Januari 2017

Kepala dan Bukan Ekor

Sejak saya mulai kuliah di Jogja, saya langsung bergabung dalam persekutuan doa di gereja lokal. Ya, tentunya karena diajak oleh kakak-kakak senior dari Nabire. Bergabung dalam persekutuan doa membuat saya lebih banyak belajar tentang Firman Tuhan, salah satunya yang begitu melekat sampai saat ini dan saya jadikan pedoman hidup adalah Ulangan 28:13 "Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor,....". Dari sekian panjang kalimat dalam Firman Tuhan tersebut, "menjadi kepala dan bukan menjadi ekor" benar-benar seperti tertanam dalam kepala saya.

Yup, saya memposisikan diri saya, mengatakan dan mengingatkan kepada diri sendiri, bahwa Tuhan tidak menjadikan kita sebagai orang yang kalah, juga bukan menjadi ekor. Mungkin kalimat tersebut sekilas terkesan arogan dan bossy. Bagi saya tidak! :) 

Pemikiran ini lebih tertuju kepada penerimaan kepada diri sendiri, bahwa ketika saya berada dalam suatu kondisi, saya tidak hanya sebagai penonton/ pengikut yang tidak punya kehendak dan pasif. Pun ketika saya berada dalam suatu kondisi, tidak mengharuskan saya menjadi pemimpin, tapi sebagai orang yang tentunya punya kontribusi dalam kemajuan suatu kondisi. Tentunya, mungkin ini adalah salah satu yang sering dikatakan orang pada umumnya bahwa sebaik-baiknya kita adalah menjadi manfaat. Manfaat bagi diri sendiri dan kemudian untuk orang lain.

Menjadi kepala dan bukan ekor adalah suatu doktrin, bahwa saya harus mengendalikan diri sendiri. Apakah Anda pernah bertemu dengan orang yang sering sekali harus dituntun untuk melakukan / memutuskan hal-hal yang mungkin saja terlihat kecil (exclude mereka yang terlahir dengan kebutuhan khusus). Atau apakah Anda pernah bertemu dengan mereka yang pasif dan hanya menunggu saja tanpa adanya inisiatif?

Tuhan pastinya menciptakan manusia secara spesial dan mungkin kalau kita telaah lagi dalam proses terjadinya pembuahan, bukankah embrio terjadi setelah adanya perjuangan yang berat. Dari pemikiran itu, kembali lagi saya diingatkan bahwa saya ada untuk menjadi kepala untuk diri saya sendiri. Mampu memimpin dan membawa diri saya sendiri kepada sesuatu yang lebih baik.

:) Tuhan memang ajaib, Dia merancang kita untuk menjadi pribadi yang mandiri untuk menentukan pilihan hidup dan tentunya menjadi pribadi  yang hebat.

*Belajar dan belajar untuk mengenal diri sendiri dan juga belajar menjadi anak Tuhan yang lebih baik*
Tuhan berkati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar